Mental-health

9 Langkah Berhenti People Pleasing yang Bikin Kita Bahagia

1 Mei 2026 · 5 menit baca

9 Langkah Berhenti People Pleasing yang Bikin Kita Bahagia

People Pleasing: Apa dan Mengapa?

People pleasing adalah kebiasaan ingin menyenangkan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebahagiaan dan kebutuhan pribadi. Menurut Dr. Susan Newman, psikolog dari Universitas Rutgers, people pleasing dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology, ditemukan bahwa 70% orang Amerika mengalami people pleasing dalam beberapa bentuk.

cedar trees, forest, nature, shrine, religion, stone steps, japan, landscape
9 Langkah Berhenti People Pleasing yang Bikin Kita Bahagia — Image by Kanenori on Pixabay

Contohnya, sebuah survei yang dilakukan oleh American Psychological Association menemukan bahwa 60% responden merasa terlalu banyak mengorbankan kebutuhan pribadi untuk menyenangkan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan identitas dan kepercayaan diri.

Apa Dampaknya?

a foggy field with the sun setting in the distance
Ilustrasi: 9 Langkah Berhenti People Pleasing yang Bikin Kita Bahagia — Photo by Marcus Dall Col on Unsplash

Dampak people pleasing dapat sangat luas dan beragam. Beberapa contoh dampaknya adalah:

  • Stres dan kecemasan
  • Depresi dan kehilangan kepercayaan diri
  • Hubungan yang tidak seimbang dan tidak sehat
  • Kehilangan waktu dan energi untuk kegiatan yang tidak penting

Menurut Dr. Brené Brown, peneliti dan penulis terkenal, people pleasing dapat menyebabkan kita kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri dan mencapai tujuan pribadi.

9 Langkah Berhenti People Pleasing

Berikut adalah 9 langkah efektif untuk berhenti people pleasing dan fokus pada kebahagiaan pribadi:

  • Tetapkan batasan yang jelas
  • Belajar mengatakan "tidak" tanpa merasa bersalah
  • Fokus pada kebutuhan pribadi
  • Belajar menerima kritik dan umpan balik
  • Mengembangkan kepercayaan diri
  • Belajar mengelola stres dan kecemasan
  • Mencari dukungan dari orang-orang yang positif
  • Belajar memaafkan diri sendiri
  • Terus belajar dan berkembang

Menurut Dr. Daniel Siegel, peneliti dan penulis terkenal, mengembangkan kepercayaan diri dan memaafkan diri sendiri adalah kunci untuk berhenti people pleasing dan mencapai kebahagiaan pribadi.

Contoh Kasus

Sebuah contoh kasus yang menarik adalah cerita tentang Sarah, seorang ibu rumah tangga yang selalu mencoba menyenangkan suaminya dan anak-anaknya. Namun, ia merasa kehilangan identitas dan kepercayaan diri karena terlalu banyak mengorbankan kebutuhan pribadi. Setelah mempelajari tentang people pleasing dan mengembangkan kepercayaan diri, Sarah dapat memulai memprioritaskan kebutuhan pribadi dan mencapai kebahagiaan yang lebih besar.

Menurut Sarah, "Saya merasa lebih bahagia dan percaya diri setelah mempelajari tentang people pleasing dan mengembangkan kepercayaan diri. Saya dapat memprioritaskan kebutuhan pribadi dan mencapai tujuan pribadi yang lebih besar."

Kesimpulan dan Harapan

People pleasing dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi, namun dengan 9 langkah efektif, kita dapat berhenti people pleasing dan fokus pada kebahagiaan pribadi. Dengan memprioritaskan kebutuhan pribadi dan mengembangkan kepercayaan diri, kita dapat mencapai kebahagiaan yang lebih besar dan hidup yang lebih seimbang.

Menurut Dr. Martin Seligman, peneliti dan penulis terkenal, "Kebahagiaan adalah pilihan, dan kita dapat memilih untuk fokus pada kebutuhan pribadi dan mengembangkan kepercayaan diri untuk mencapai kebahagiaan yang lebih besar." Jadi, mari kita mulai berhenti people pleasing dan fokus pada kebahagiaan pribadi, karena kita pantas untuk hidup yang lebih bahagia dan seimbang!

Bagikan artikel ini: